Langsung ke konten utama

Bila jomblo tak terelakkan..

Kalo suatu keadaan itu bisa kita ubah, ubahlah!! tetapi kalo gak bisa diubah terimalah dengan rela.! berdamai dengan kenyataan itu indah..begitu pun menyangkut kejombloan, Bila memang itu bagian yang disediakan Tuhan untuk kita, Dia pasti punya rencana yang baik. Kalau kita melihat ke-jomblo-an itu sebagai aib , sebagai sesuatu yang memalukan dan menyedihkan, kita bisa terus tenggelam dalam kekecewaan dan kekesalan. Ujung-ujungnya marah kepada Tuhan, rasanya kok Dia ga' adil bangett. hidup pun serasa gak enagg..Sepii..getirr..sengsara. Kita jadi murung , Hidup segan mati nggak mau.

Efeknya kita jadi amat super sensitip sekalii. Kalo misale kita lagi jalan-jalan ke mall atau pesta ulang tahun temen, trus ada yang tanya " Kok sendirian ??" lalu kita artikan sebagai sindiran. kita pun marah, ngambek. Padahall orang cuma nanya', gak ada maksud apa-apa.
Yng lebih celaka, kalo kemudian kita jadi "banting harga" atw ngobral. Pokoknya, siapa aja yang nyamperin, kita oke-in tanpa pikir panjang lagi. Mending kalo kita dapat orang yang tepat., Hla kalo enggak??! apa gak sedang membangun neraka buat sendiri tuhh?. Nyeselnya bisa seumur hidup lohh..
Tetapii, kalo kita melihat ke-jomblo-an itu secara positip : sebagai bagian dari jalan yang sudah Tuhan gariskan untuk hidup kita. Percaya dehh, ke-jomblo-an itu nggak akan menjadi beban yang menakutkan., Kita bisa enjoy dengan "kesendirian"kita, Happy dengan hari-hari kita . Pikiran kita pun jadi lebih trbuka melihat sisi-sisi baik nya ngejomblo ; Bahwa ngejomblo itu gak melulu "kisah sedih di hari minggu" (kok jadi kaya' lagu Koes Plus?!). Dan yang paling penting, kita tetap dapat membuka diri tanpa mesti "mengobral"diri. Pokoknya so good lah.Bisa saja sih sesekali kita juga merasa lonely atw kepikiran enaknya kalo' ada yang ngapelin atw di apelin, ada yang perhatiin n diperhatiin, ada yang nyayangin n disayangin. Tapii perasaan dan pikiran semacam itu gak akan membuat kita lantas jadi nelangsa atau dirundung duka berkepanjangan.So, jangan kecil hati kalo memeng musti ngejomblo. Apalagi patah arang, patah hati sampe' patah leher segala. Jangann!! Dunia jomblo pun tak kalah indah kok.Asal kita gak melihat dan menyikapinya secara negatip. Sungguh deh.. :D





Komentar

Postingan populer dari blog ini

NU - Muhammadiyah

Hampir semua sekolah branded berkualitas di Jawatimur milik NU dan hampir semua sekolah branded berkualitas di Jogja milik Muhammadiyah. tapi orang² yang maqomnya sudah 'nganu itu tidak lagi mem-beda²kan NU dan Muhammadiyah atau orang² yang maqomnya sudah nganu itu.. tidak lagi membeda²kan Madrasah diniyah dan Ekskul. (lha wong biasa ngisi kegiatan ekskul pake pelajaran diniyah je.) Bagi sahaya, Jogja itu benar² kota pendidikan, kota yang anak² mudanya trengginas dalam belajar. Jogja adalah manifestasi dari Ta'limul muta'allim. begitu juga Jawatimur, Jawatimur itu orang²nya punya banyak potensi. (potensi untuk dijadikan istri misalnya..*) Beberapa waktu lalu sy masih medioker, merasa bahwa berbekal Nahwu-Sharaf yg sy pelajari, sy pasti bisa menerjemah. nyatanya? Nothing. sy ndak ada apa²nya. waktu itu sy mengikuti tes jadi guru Agama di sekolah Insan Cendekia -milik ICMI- sy ditanya punya hafalan berapa juz, lalu disuruh nerjemah, waktu itu sy disuruh nerjema...

Cah Ayu

Salahsatu ciri orang² Jogja itu suka berbasa-basi. Orang² Jogja biasa memanggil anak gadis dengan sebutan 'cah ayu', meskipun yg disebut 'cah ayu' itu nggak ayu² banget (meskipun yg dipanggil cah ayu itu berdada kurang menonjol dan kurang pandai berpupur gincu). Nampaknya orang² Jogja sudah menanamkan 'pede education' sejak dini. Mereka tidak menganggap yg satu memenuhi kriteria cantik dan yg lain tidak, karena setiap gadis adalah 'cah ayu' bagi mereka. Ayu adalah cantik. Wan ita mana sih yg tidak senang disebut cantik ? wanita manapun pasti senang disebut cantik, bahkan banyak wanita rela merogoh koceknya lebih dalam untuk mendapatkan predikat cantik. lantas, apakah dengan kecantikan kita mampu menaklukkan segalanya ? sepertinya tidak,. meminjam kata² Agus Mulyadi; "Lhawong Dian Sastro yg cantiknya begitu luar biasa saja masih dicampakkan sama Rangga kok, opomaneh kowe mblo..mblo.." hal ini menunjukkan, kecantikan seorang wanit...

Dulu Ku Pernah

dulu ku pernah... jadi buruh, pulang kerja kemaleman dan menangys di depan pintu kosan yang terkoentji, lalu ku lompat pagar sambil menahan luka. Jauh di lubuk hati ku ingin bertanya; "saat perempuanmu terluka, kemana aja kamu mas?", tapi ku pun tak tahu harus bertanya pada siapa dan ku pun tak punya nyali kerana setelah 'ngaca, ku pun tak berhak bertanya-tanya. lalu ku pun menunggu..., menunggu toekang koentji untuk membuka hati. Tapi membuka hati... membuka hati tak semudah membuka anu, kecuali jika kamu keras kepala dan bersedia mengetuknya berkali-kali. dulu ku pernah... merindukan pernikahan sebagaimana yang lain. tapi sekarang... sekarang kuingin jadi sales dandang saja. Dan buat apa..., buat apa ente bangga...buat apa ente bangga karena ente cendekiawan? (-minjem CakNun-) bangga karena ente mentri ? karena ente konglomerat ? dosen, ulama', sastrawan, kiai, dll. dsb. sementara puncak pelajaran dan ujian hidup adalah bagaimana lulus menjadi manu...