Salahsatu ciri orang² Jogja itu suka berbasa-basi. Orang² Jogja biasa
memanggil anak gadis dengan sebutan 'cah ayu', meskipun yg disebut 'cah
ayu' itu nggak ayu² banget (meskipun yg dipanggil cah ayu itu berdada
kurang menonjol dan kurang pandai berpupur gincu). Nampaknya orang²
Jogja sudah menanamkan 'pede education' sejak dini. Mereka tidak
menganggap yg satu memenuhi kriteria cantik dan yg lain tidak, karena
setiap gadis adalah 'cah ayu' bagi mereka.
Ayu adalah cantik. Wanita mana sih yg tidak senang disebut cantik ? wanita manapun pasti senang disebut cantik, bahkan banyak wanita rela merogoh koceknya lebih dalam untuk mendapatkan predikat cantik.
lantas, apakah dengan kecantikan kita mampu menaklukkan segalanya ? sepertinya tidak,. meminjam kata² Agus Mulyadi; "Lhawong Dian Sastro yg cantiknya begitu luar biasa saja masih dicampakkan sama Rangga kok, opomaneh kowe mblo..mblo.." hal ini menunjukkan, kecantikan seorang wanita tidak menjamin mulusnya proses, proses menuju sakinah misalnya..
kata seorang teman ; di jaman yg serba canggih ini, kecantikan itu bisa dibeli." -kalo bisa dibeli, berarti yg bisa membeli hanya orang² kelas menengah donk ? yg kelasnya kayak saya gimana? wong buat makan saja empet²an.
aha! saya tahu solusinya, konon, kecantikan seorang wanita berbanding lurus dengan kepercayaan diri yg ada pada dirinya, jadi dg senantiasa meningkatkan kepercayaan diri, niscaya kita akan menjadi cantik dengan sendirinya. Tapi jika untuk memperoleh komposisi kepercayaan diri yg cukup saja kita harus terlahir sebagai orang² kelas menengah, solusi selanjutnya adalah dengan bersyukur, jadi, jika sampeyan melihat rumput tetangga lebih hijau, yakinlah bahwa sampeyan lupa melepas kacamata hijau yg sedang sampeyan pakai. Jenenge urip ki ncen mung mampir wang sinawang.
oh iya,ini cuma belajar opini, eike bukan tipe yg haus pujian, apalagi pujian tjantik. anggap saja ini pelajaran jurnalistik. tapi kalo mau anggap pencitraan yaa silahkan.
Semoga weekendmu menyenangkan ya gaes.
Ayu adalah cantik. Wanita mana sih yg tidak senang disebut cantik ? wanita manapun pasti senang disebut cantik, bahkan banyak wanita rela merogoh koceknya lebih dalam untuk mendapatkan predikat cantik.
lantas, apakah dengan kecantikan kita mampu menaklukkan segalanya ? sepertinya tidak,. meminjam kata² Agus Mulyadi; "Lhawong Dian Sastro yg cantiknya begitu luar biasa saja masih dicampakkan sama Rangga kok, opomaneh kowe mblo..mblo.." hal ini menunjukkan, kecantikan seorang wanita tidak menjamin mulusnya proses, proses menuju sakinah misalnya..
kata seorang teman ; di jaman yg serba canggih ini, kecantikan itu bisa dibeli." -kalo bisa dibeli, berarti yg bisa membeli hanya orang² kelas menengah donk ? yg kelasnya kayak saya gimana? wong buat makan saja empet²an.
aha! saya tahu solusinya, konon, kecantikan seorang wanita berbanding lurus dengan kepercayaan diri yg ada pada dirinya, jadi dg senantiasa meningkatkan kepercayaan diri, niscaya kita akan menjadi cantik dengan sendirinya. Tapi jika untuk memperoleh komposisi kepercayaan diri yg cukup saja kita harus terlahir sebagai orang² kelas menengah, solusi selanjutnya adalah dengan bersyukur, jadi, jika sampeyan melihat rumput tetangga lebih hijau, yakinlah bahwa sampeyan lupa melepas kacamata hijau yg sedang sampeyan pakai. Jenenge urip ki ncen mung mampir wang sinawang.
oh iya,ini cuma belajar opini, eike bukan tipe yg haus pujian, apalagi pujian tjantik. anggap saja ini pelajaran jurnalistik. tapi kalo mau anggap pencitraan yaa silahkan.
Semoga weekendmu menyenangkan ya gaes.
Komentar
Posting Komentar