Langsung ke konten utama

Curcol Senja

Ngga' tau kenapa tiba tiba aku pengen nulis aja, karna lagi galau mungkin. aku ngga tau musti gimana hidupku makin rumit. aku bingung, yang jelas tujuan hidupku adalah menghamba pada Tuhan. aku belum bisa jadi anak perempuan yang bermanfaat, aku ndak punya karya yang bisa di banggakan.
Aku sayang ama bokapku, bokap satu satunya makhluk yang menyayangiku. sebandel apapun aku. Nyokapku udah meninggal sejak aku umur sepuluh tahun. mungkin aku ngga' kayak temen cewek yang lain.
Aku tercipta di dunia ini karna cinta Tuhan, aku diberi kesempatan belajar mengenal Tuhan, mengenal Agama, mengenal Ilmu, mengenal Iman, dsb.
Tanpa cintaNya, tanpa ampunanNya, aku bukan apa-apa. aku diberi kesempatan untuk belajar. ngga' ada sesuatupun yang bisa aku banggakan.
Tuhaann.. makasih telah kau ciptakan aku sedemikian rupa, telah kau ciptakan aku dengan keluarga yang sederhana dan rendah hati, sehingga aku bisa belajar banyak dari hidup ini.
Tuhaaan.. tanpa pertolonganMu. aku bisa apaa ? pliss ya Allah ridhoi langkahku.. aku slalu percaya bahwa masih ada kehidupan setelah kehidupan ini.
jika ditinjau secara Ontologis, mungkin cara berpikirku bisa dikatakan menganut paham Esensialisme (lebih mementingkan ruh) daripada materi. bagiku materi itu ngga abadi, bisa lenyap.
Tuhan itu kalo udah berkehendak tinggal kun faya kun aja.
sebenernya aku menyadari kalo kecerdasan spiritualku tuh ngga' statis. kadang naik kadang turun, tergantung keadaan, kalo lagi naik berarti Tuhan lagi kangen sama aku, sehingga Ia ciptakan kecerdasan itu dalam hatiku.
Saat hidupku mulus ga ada ujian, sebenernya aku kadang kangen sama saat saat cara Tuhan menggenggam hatiku. namun saat itu kadang hatiku rada sombong, ngga inget ama Tuhan.
aahh hidupku terlalu bermazhab Qadariyah. sepertinya pola pikirku musti dirubah. oke mulai besok aku akan slalu melakukan perubahan menjadi hamba yang dicintai Nya, yang diridhoi Nya.
aku akan terusss mencari makna, mencari Ilmu yang bisa membuatNya ridho terhadapku.
aku ngga' tertarik sama pekerjaan yang muluk muluk, realistis aja, aku cuma bisa melakukan apa yang aku tahu dan aku mampu. yang aku tahu tujuan kita diciptakan di dunia adalah untuk menghamba pada Nya. bukankah ada ayat nya  ----->

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإِنسَ إِلاَّ لِيَعْبُدُونِ

Komentar

Postingan populer dari blog ini

NU - Muhammadiyah

Hampir semua sekolah branded berkualitas di Jawatimur milik NU dan hampir semua sekolah branded berkualitas di Jogja milik Muhammadiyah. tapi orang² yang maqomnya sudah 'nganu itu tidak lagi mem-beda²kan NU dan Muhammadiyah atau orang² yang maqomnya sudah nganu itu.. tidak lagi membeda²kan Madrasah diniyah dan Ekskul. (lha wong biasa ngisi kegiatan ekskul pake pelajaran diniyah je.) Bagi sahaya, Jogja itu benar² kota pendidikan, kota yang anak² mudanya trengginas dalam belajar. Jogja adalah manifestasi dari Ta'limul muta'allim. begitu juga Jawatimur, Jawatimur itu orang²nya punya banyak potensi. (potensi untuk dijadikan istri misalnya..*) Beberapa waktu lalu sy masih medioker, merasa bahwa berbekal Nahwu-Sharaf yg sy pelajari, sy pasti bisa menerjemah. nyatanya? Nothing. sy ndak ada apa²nya. waktu itu sy mengikuti tes jadi guru Agama di sekolah Insan Cendekia -milik ICMI- sy ditanya punya hafalan berapa juz, lalu disuruh nerjemah, waktu itu sy disuruh nerjema...

Cah Ayu

Salahsatu ciri orang² Jogja itu suka berbasa-basi. Orang² Jogja biasa memanggil anak gadis dengan sebutan 'cah ayu', meskipun yg disebut 'cah ayu' itu nggak ayu² banget (meskipun yg dipanggil cah ayu itu berdada kurang menonjol dan kurang pandai berpupur gincu). Nampaknya orang² Jogja sudah menanamkan 'pede education' sejak dini. Mereka tidak menganggap yg satu memenuhi kriteria cantik dan yg lain tidak, karena setiap gadis adalah 'cah ayu' bagi mereka. Ayu adalah cantik. Wan ita mana sih yg tidak senang disebut cantik ? wanita manapun pasti senang disebut cantik, bahkan banyak wanita rela merogoh koceknya lebih dalam untuk mendapatkan predikat cantik. lantas, apakah dengan kecantikan kita mampu menaklukkan segalanya ? sepertinya tidak,. meminjam kata² Agus Mulyadi; "Lhawong Dian Sastro yg cantiknya begitu luar biasa saja masih dicampakkan sama Rangga kok, opomaneh kowe mblo..mblo.." hal ini menunjukkan, kecantikan seorang wanit...

Dulu Ku Pernah

dulu ku pernah... jadi buruh, pulang kerja kemaleman dan menangys di depan pintu kosan yang terkoentji, lalu ku lompat pagar sambil menahan luka. Jauh di lubuk hati ku ingin bertanya; "saat perempuanmu terluka, kemana aja kamu mas?", tapi ku pun tak tahu harus bertanya pada siapa dan ku pun tak punya nyali kerana setelah 'ngaca, ku pun tak berhak bertanya-tanya. lalu ku pun menunggu..., menunggu toekang koentji untuk membuka hati. Tapi membuka hati... membuka hati tak semudah membuka anu, kecuali jika kamu keras kepala dan bersedia mengetuknya berkali-kali. dulu ku pernah... merindukan pernikahan sebagaimana yang lain. tapi sekarang... sekarang kuingin jadi sales dandang saja. Dan buat apa..., buat apa ente bangga...buat apa ente bangga karena ente cendekiawan? (-minjem CakNun-) bangga karena ente mentri ? karena ente konglomerat ? dosen, ulama', sastrawan, kiai, dll. dsb. sementara puncak pelajaran dan ujian hidup adalah bagaimana lulus menjadi manu...