Langsung ke konten utama

Yang jomblo., baca ini !!

"Kita kerap dibikin susah oleh ulah kita sendiri. Sikap dan cara kita berpikir kerap membuat yang sederhana menjadi rumit; menambah masalah thdp apa yang sudah menjadi masalah,n membuat masalah pada apa yang bukan masalah"
langsung ajje ye.. !! 
Cekibroot!!


Kebiasaan jomblo yang gak efektif
  • Negative thinking
Misalnya: pas kita lagi jalan-jalan sendiri, tau tau ada yang nanya, "Kok sendirian?" Langsung kita bereaksi: "Sudah tau sendirian, pake nanya nanya. Mentang-mentang gua jomblo. Ngejek yaa?!" Atau ketika ada orang lain yang sedang mengamati kita dalam-dalam, lalu reaksi kita mencak-mencak: "Kenapa sih liat liat?! Aneh ya.. gua jomblo. Dasar tamblo lu" (*tamblo: tampang bloon).
Padahal, "Kok sendirian?" itu kan pertanyaan standar orang yang mau tanya tapi ga tau mo tanya apa. Just basa-basi untuk membuka komunikasi,. Ga'punya maksud apa-apa. Justru kalo tanyanya "Kok berdua?" atau "Sama siapa?" jadi aneh bin konyol bin ngebingungin. Lha, sudah jelas sendirian pake tanya "Kok berdua?" atau "Sama siapa?"segala.
Dan untuk orang yang ngeliatin kita, bisa saja dia sebenarnya merasa kenal tapi tidak terlalu yakin. Atau, bisa juga kagum lihat tahi lalat yang nemplok di dahi kita. Dipikirnya: "Hoki bener tuh orang ada tahi lalat didahinya". Coba kalo tahi kebo atau tahi burung, kan jelek!" Jadi., gak ada kaitannya dengan kejombloan kita., Kitanya aja yang over sensitif  alias gak nyatai, lalu mengkait-kaitkan yang gak ada kaitan nya.
Kalo udah dikuasai pikiran negatip, maka segala sesuatu akan disikapi dengan negatip pula.Ibarat kata, seperti orang yang make' kacamata item; semua yang dilihatnya jadi serba buram dan suram.
  • Citra diri yang negatif
Ngga' bisa ngehargai diri sendiri. Selalu ngerasa kurang, jelek, goblok, ngga' ada kebaikan apa-apa. Ibarat warna hitam; samasekali hitam, ngga' ada putih-putihnya setitik pun.
"Siapalah saya ini. Sudah tampang pas-pasan. Ngga' kaya. Ngak pinter. Nggak bisa apa-apa. Pokoknya ngga' ada yang bisa dibanggakan lah.,Mana ada yang mau sama ane. Seandainya ane jadi orang lain pun, ngga' bakalan ane mau punya pacar kek ane begini. Nyusahin diri aja, kayak naruh kutu di kepala sendiri; bikin hidup ngga' lagi hidup."
Padahal, masak iya sih Tuhan nyiptain kita segitu buruknya,sampai-sampai ngga' ada baik-baiknya sama sekali. Melulu jelek. Melulu minus.    ( gak lah yaw!, kita ini sebaik baiknye makhluq lho.. )
Hati-hati lhoo, gambaran atau pikiran kita tentang diri sendiri itu sangat besar pengaruhnya terhadap kepribadian dan tindakan kita. Sama dengan makanan yang masuk ke perut kita; menentukan sehat nggak nya tubuh kita. Citra diri kita juga begitu; menentukan apakah kita akan menjadi pribadi yang optimistis atau pesimistis, percaya diri atau rendah diri, punya vitalitas hidup atau loyo alias hidup segan mati ngga' mau, murah senyum atau selalu merengut.
  • Rumput tetangge lebih ijo dr rumput sendiri 
"Duh, enak bener yang punya pacar. Kemana-mana ada yang nemenin. Ada yang perhatiin n diperhatiin. Ada yang shoulder to cry on kalo dada lagi sumpek pikiran butek. Malem minggu gak cengong-bengong sendiri dikos. Juga bisa ngerasain dag dig dug serrr...tiap kali nunggu do'i tiba. kapanpun n dimanapun ada yang selalu ready di call. pokok'e asyikk bangedd dah...Gak kayak gue yang berselimut sepi, berjaket sunyi, berpayung kegetiran. [*cieeee puitis, bo'!]. Alone iya, lonely juga."
Orang seperti ini selalu nganggep hidup orang lain tuh lebih enak, lebih afdol, lebih nikmat, lebih segalanya. Lalu, mulailah dia berandai-andai; seandainya hidup ane kayak hidup dia, dunia ane kayak dunia dia...
Sikap tersebut pada dasarnya menutup mata terhadap kebaikan yang kita punya. Akibatnya, kita jadi kurang bersyukur dengan hidup kita sendiri.
Padahal, mana ada sih orang yang hidupnya melulu senang, selalu happy, ngga' ada susah-susahnya sama sekali?! 
Setiap orang, apapun statusnya, pastilah punya seneng dan susahnya sendiri. Punya pacar juga gak melulu asyik kok. Kadang ada sebelnya juga. Kadang bisa bikin jengkel. Kadang jadi stres juga. Percaya deh!!
So, jangan heran kalo yang udah punya pacar pun bisa mikir begini;  "Duh, enak nian ngejomblo. Bisa bebas , sebebas burung di udara. Bisa asyik seasyik ikan berenang dilautan luas.Bisa nikmat senikmat nyeruput teh hijau hangat disenja hari dengan camilan kacang dan ubi rebus plus iringan musik ..... Hadoo , apa coba hubungan nya?!#@^#$%
  • Berselubung topeng
Ngga' jujur dengan diri sendiri. Ngga' mau mengakui suara hati sendiri. Ngga' apa adanya. Lain dimulut lain di hati.
"Aku ngga' mau pacaran. Hanya buang-buang waktu. Aku hepi kok sendiri begini. Enjoy dengan hidupku sekarang. Suerr." (sebenarnya: aku belum ketemu yang oke.Maksudnya dia oke, aku juga oke gitu.)
Padahal, apa salahnya bilang : "Aku bukannya ga mau, tapi belum ketemu yang klop." Kalo bilangnya: ngga' mau pacaran, hanya buang-buang waktu n hepi hidup sendiri, lalu ternyata besok atau lusa ketemu yang oke, kan malu tuh musti ngejilat ludah sendiri. huek
Atau, "Haah! Gue naksir dia?! Idiih amit-amit. Fitnah keji darimana itu?! Sorry aje ye, dibayar goceng pun ga bakalan gue ambil!" (Sebenarnya: aku sih okelah sama dia. Tapi ya gimana, dia nya cuek banget begitu. Masak aku perlu nyodor-nyodorin diri. Nggak lah yauuw.
Padahal apa salahnya bilang, "Dia-nya cuek begitu, mana berani gue bo..!!" Kalo bilangnya: amit-amit, dibayar goceng pun gua gak bakalan ambil, ternyata dia tuh sebenernya ngesir juga sama kita, cuma dianya pemalu banget, jadinya pasang sikap cuek kayak bebek hamil muda. Nggak mau ketahuan isi hatinya. Sok jaim alias jaga iman. Sok cool dan calm. Gimana.. gitu?!
So, tanggalkan lah topeng itu. Apa adanya aja. Minimal jujur pada diri sendiri. Toh, naksir, senang, atau kagum sama seseorang itu wajar kok. Bukan aib. Bukan dosa. Bukan sesuatu yang harus ditutup-tutupi. Asal jangan vulgar. Jangan ngobral. Jangan norak. Jujur dengan elegan gitulah.


Padahal nih TS-nya juga blm bisa jujur dgn elegan.. haha., bisanya cm senyam-senyum dibelakang.,                               
                   

Komentar

Postingan populer dari blog ini

NU - Muhammadiyah

Hampir semua sekolah branded berkualitas di Jawatimur milik NU dan hampir semua sekolah branded berkualitas di Jogja milik Muhammadiyah. tapi orang² yang maqomnya sudah 'nganu itu tidak lagi mem-beda²kan NU dan Muhammadiyah atau orang² yang maqomnya sudah nganu itu.. tidak lagi membeda²kan Madrasah diniyah dan Ekskul. (lha wong biasa ngisi kegiatan ekskul pake pelajaran diniyah je.) Bagi sahaya, Jogja itu benar² kota pendidikan, kota yang anak² mudanya trengginas dalam belajar. Jogja adalah manifestasi dari Ta'limul muta'allim. begitu juga Jawatimur, Jawatimur itu orang²nya punya banyak potensi. (potensi untuk dijadikan istri misalnya..*) Beberapa waktu lalu sy masih medioker, merasa bahwa berbekal Nahwu-Sharaf yg sy pelajari, sy pasti bisa menerjemah. nyatanya? Nothing. sy ndak ada apa²nya. waktu itu sy mengikuti tes jadi guru Agama di sekolah Insan Cendekia -milik ICMI- sy ditanya punya hafalan berapa juz, lalu disuruh nerjemah, waktu itu sy disuruh nerjema...

Cah Ayu

Salahsatu ciri orang² Jogja itu suka berbasa-basi. Orang² Jogja biasa memanggil anak gadis dengan sebutan 'cah ayu', meskipun yg disebut 'cah ayu' itu nggak ayu² banget (meskipun yg dipanggil cah ayu itu berdada kurang menonjol dan kurang pandai berpupur gincu). Nampaknya orang² Jogja sudah menanamkan 'pede education' sejak dini. Mereka tidak menganggap yg satu memenuhi kriteria cantik dan yg lain tidak, karena setiap gadis adalah 'cah ayu' bagi mereka. Ayu adalah cantik. Wan ita mana sih yg tidak senang disebut cantik ? wanita manapun pasti senang disebut cantik, bahkan banyak wanita rela merogoh koceknya lebih dalam untuk mendapatkan predikat cantik. lantas, apakah dengan kecantikan kita mampu menaklukkan segalanya ? sepertinya tidak,. meminjam kata² Agus Mulyadi; "Lhawong Dian Sastro yg cantiknya begitu luar biasa saja masih dicampakkan sama Rangga kok, opomaneh kowe mblo..mblo.." hal ini menunjukkan, kecantikan seorang wanit...

Dulu Ku Pernah

dulu ku pernah... jadi buruh, pulang kerja kemaleman dan menangys di depan pintu kosan yang terkoentji, lalu ku lompat pagar sambil menahan luka. Jauh di lubuk hati ku ingin bertanya; "saat perempuanmu terluka, kemana aja kamu mas?", tapi ku pun tak tahu harus bertanya pada siapa dan ku pun tak punya nyali kerana setelah 'ngaca, ku pun tak berhak bertanya-tanya. lalu ku pun menunggu..., menunggu toekang koentji untuk membuka hati. Tapi membuka hati... membuka hati tak semudah membuka anu, kecuali jika kamu keras kepala dan bersedia mengetuknya berkali-kali. dulu ku pernah... merindukan pernikahan sebagaimana yang lain. tapi sekarang... sekarang kuingin jadi sales dandang saja. Dan buat apa..., buat apa ente bangga...buat apa ente bangga karena ente cendekiawan? (-minjem CakNun-) bangga karena ente mentri ? karena ente konglomerat ? dosen, ulama', sastrawan, kiai, dll. dsb. sementara puncak pelajaran dan ujian hidup adalah bagaimana lulus menjadi manu...