Kehidupan
manusia selalu berubah.~ kata Heraklitus. Sungai yang kita seberangi
hari ini bukan sungai kemarin meski tampak sama, karena air yang
membasahi kita di sungai kemarin entah dimana sekarang.
Dalam reuni, boleh jadi kita berjumpa lagi dengan teman lama yg tidak menarik lagi, padahal dulu, waktu di sekolah ia menjadi primadona.
atau boleh jadi, penghasilan kita minggu ini tak secukup penghasilan kita minggu lalu : sekarang bisa makan nasi padang, besok cuma bisa makan indomie, besoknya lagi cuma bisa minum air putih...
atau boleh jadi..., mas² yang dulu pada masa PDKT tampak toleransi dan penuh pengertian tiba² berubah menjadi angkuh dan sengaja membiarkan jiwamu meronta dan cemburu, padahal kamunya sudah terlanjur terpesona dan diliputi rasa ingin memiliki, tapi dianya tetaap kekeuh, sengaja membiarkanmu mengejarnya; sementara di negri patriarkis kamu hanya panta s ngejar² kobutri dan mikrolet, bukan sopirnya. * tapi kok tiba² jadi kejar-kejaran gini? pinjam S udjiwo tedjo "Jangan sengaja pergi biar dicari, jangan sengaja lari agar dikejar, berjuang tidak sebercanda itu kekasih.. ~eaaa
atau, boleh jadi, perasaan bahagiamu tiba-tiba berubah jadi melow gara² iseng² buka fesbuk , eh ternyata ada berita 'deknen wis kate rabi'. lalu muncullah peribahasa 'Gara-gara stalking setitik, rusak hati ini semaleman'
T.S. Elliot penyair Amerika pernah menulis ; "apa yang kita ketahui tentang orang lain hanyalah kenangan kita saat kita mengenalnya. Dan orang itu berubah sejak saat itu. Pada setiap perjumpaan kita bertemu dengan orang asing" maka ungkapan seseorang 'aku masih yang dulu' sebenarnya omong kosong belaka alias abang² lambe semata.
Adakah yang lebih nyata daripada perubahan ? -Tak ada yang leb ih nyata daripada perubahan.
Konon, untuk menghadapi perubahan dalam hidup diperlukan sikap legowo. tapi barangkali legowo itu mudah diucapkan atau mudah diajarkan secara ilmu pengetahuan , tapi prakteknya suulit sangat. Tidak mudah bersikap legowo saat harus ditinggalkan atau meninggalkan sesuatu, atau saat menyaksikan kebahagiaan orang lain , sementara kita terpuruk dalam penderitaan.
ealah, barangkali legowo dan belum legowo itu hanya soal waktu.
Dalam reuni, boleh jadi kita berjumpa lagi dengan teman lama yg tidak menarik lagi, padahal dulu, waktu di sekolah ia menjadi primadona.
atau boleh jadi, penghasilan kita minggu ini tak secukup penghasilan kita minggu lalu : sekarang bisa makan nasi padang, besok cuma bisa makan indomie, besoknya lagi cuma bisa minum air putih...
atau boleh jadi..., mas² yang dulu pada masa PDKT tampak toleransi dan penuh pengertian tiba² berubah menjadi angkuh dan sengaja membiarkan jiwamu meronta dan cemburu, padahal kamunya sudah terlanjur terpesona dan diliputi rasa ingin memiliki, tapi dianya tetaap kekeuh, sengaja membiarkanmu mengejarnya; sementara di negri patriarkis kamu hanya panta s ngejar² kobutri dan mikrolet, bukan sopirnya. * tapi kok tiba² jadi kejar-kejaran gini? pinjam S udjiwo tedjo "Jangan sengaja pergi biar dicari, jangan sengaja lari agar dikejar, berjuang tidak sebercanda itu kekasih.. ~eaaa
atau, boleh jadi, perasaan bahagiamu tiba-tiba berubah jadi melow gara² iseng² buka fesbuk , eh ternyata ada berita 'deknen wis kate rabi'. lalu muncullah peribahasa 'Gara-gara stalking setitik, rusak hati ini semaleman'
T.S. Elliot penyair Amerika pernah menulis ; "apa yang kita ketahui tentang orang lain hanyalah kenangan kita saat kita mengenalnya. Dan orang itu berubah sejak saat itu. Pada setiap perjumpaan kita bertemu dengan orang asing" maka ungkapan seseorang 'aku masih yang dulu' sebenarnya omong kosong belaka alias abang² lambe semata.
Adakah yang lebih nyata daripada perubahan ? -Tak ada yang leb ih nyata daripada perubahan.
Konon, untuk menghadapi perubahan dalam hidup diperlukan sikap legowo. tapi barangkali legowo itu mudah diucapkan atau mudah diajarkan secara ilmu pengetahuan , tapi prakteknya suulit sangat. Tidak mudah bersikap legowo saat harus ditinggalkan atau meninggalkan sesuatu, atau saat menyaksikan kebahagiaan orang lain , sementara kita terpuruk dalam penderitaan.
ealah, barangkali legowo dan belum legowo itu hanya soal waktu.
*halah. ket biyen ngomong thok mblo..mblo..., kowe kapan legowo? legowo
nompo sing anyar misale? ora ujug² nompo wis.. basa-basi disek yo
rapopo..
sik sik ... sak durunge takon 'aku kapan legowo, au tak takon sik. ; sampeyan legowo ora? yen ndelok atiku bungah karo sing liyan ? *ambyar...
sik sik ... sak durunge takon 'aku kapan legowo, au tak takon sik. ; sampeyan legowo ora? yen ndelok atiku bungah karo sing liyan ? *ambyar...
Komentar
Posting Komentar